Dear Bapak Hilmi, 

My kindest, most loving husband.

Thank you, for doing so many extraordinary things for our family. 

For those seven kisses before leaving to work every morning.

For working harder than any person I know. 

For being tired and stressed out ultimately for my sake. 

For listening my boring or out-of-planet stories.

For stroking my back gently, so I can have good sleep every night. 

And thank you, for being a good man. 

-xoxo-

Menjalani Peran sebagai Pendamping Pasien Kanker

Segala sesuatu yang berhubungan dengan kanker, tidak pernah terasa mudah. Siapa pun yang pernah ‘bersentuhan’ dengan kanker mungkin setuju. Tidak akan pernah ada yang siap menghadapi kanker. Dan hidup siapa pun yang dihampirinya, tidak akan pernah lagi terasa sama.

Aku menyaksikan bagaimana satu kata ‘kanker’ mengubah hidup seorang Hilmi Wibisono, dan juga mengubah hidupku.

Continue reading

HappYness 💕

Menjelang hari Kartini setiap tahunnya pasti ramai sama isu-isu yang menyangkut soal perempuan. Linimasa social media juga lagi ramai nih sama video salah satu asuransi swasta tentang isu perempuan ini, tentang kebahagiaan atas pilihan hidupnya masing-masing. Beberapa hari yang lalu juga beberapa teman mengunggah tentang ‘time zone‘ (bukan tempat main game di mall itu ya) tiap-tiap orang yang berbeda dalam mencapai apa yang mereka inginkan. Entah gimana, pada akhirnya timeline-scrolling beberapa hari ini jadi bikin aku menelusuri ‘linimasa’ku sendiri.

Continue reading

Ini salah satu artikel, yg ini dari wikiHow, yang saya simpan dan baca berulang kali. Bagi saya pribadi, artikel ini cukup realistis, mengingat mendampingi pasien dengan kanker atau penyakit berat lainnya membutuhkan ‘energi’ yang tidak sedikit. Artikel ini bukan fokus pada pasien, tapi justru pada pendamping pasiennya -yang sebenarnya tidak cuma pasangan, tetapi juga anak, saudara, atau orang tua- tentang beberapa hal yang bisa kita lakukan, sampai hal-hal yang mungkin bakal kita rasakan selama mendampingi pasien.

Jujur, saya belajar banyak dari artikel2 semacam ini, dari blog-blog dan tulisan para penderita dan survivor kanker, sampai ikut grup WA yang anggotanya beberapa penderita dan survivor limfoma. Cukup membuka pemikiran dan hati buat saya, bahwa support itu ngga cuma diberikan dalam bentuk ‘terapi obat’ dan ‘semangat’, tapi juga ‘pengertian’, ‘maklum’, sampai kadang ‘tega’ dan ‘pemaksaan’ yang harus diberikan bergantian secara seimbang. Yang penting selalu pake bumbu cinta, ya kan?! 😆

http://m.wikihow.com/Support-a-Spouse-who-Has-Cancer

Salam cinta 💕

View on Path

Di Balik #AyuHilmiWedding #17052015 (Part 1)

Sebenernya udah lamaaa banget aku pengen nulis review tentang vendor-vendor pernikahanku ini. Overall, semua vendor ini cukup aku rekomendasiin. Bukan cuma memuaskan dalam segi pelayanan, tapi mereka bisa menjawab persiapan pernikahan aku dan Hilmi yang bisa dibilang kilat (1,5 bulan. Iya, ngga sampai 2 bulan!). Hebat yaaaa 😭 *happytears

Awalnya, aku dan Hilmi berencana menikah bulan Oktober 2015. Tapi karena suatu hal (kalau ingin baca lengkapnya di dua unggahan sebelum ini ya 😆), di bulan April lalu akhirnya disepakati kalau rencana itu dimajukan ke bulan Mei, atau maju sekitar 5 bulan. Mungkin memang sudah rejeki, persiapannya ternyata ngga sesulit dan seribet yang aku bayangkan, selama kuncinya adalah ikhtiar dan tawakkal (trust me!! 😂). Niat nya ngga lagi membuat acara yang sempurna tanpa cela (karena itu ngga akan terjadi), yang penting acara berjalan lancar, keluarga happy, tamu yang datang memberi restu dan doa pulang dengan sehat, senang, dan kenyang.

So, here they are, pihak-pihak yang membuat 17052015-ku luar biasa 😉

Continue reading